Amankan Stok dan Harga Minyak Goreng Kaltim di Tengah Kecamuk Perang Rusia-Ukraina

Samarinda, chronosradio.com – Turbulensi harga minyak goreng nampaknya masih akan terus menjadi isu global dalam beberapa bulan ke depan.  Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di pasar dunia terus meroket bahkan mencatat harga tertinggi pada kisaran Malaysian Ringgit (MYR) 6.808/ton, pekan ini. Kenaikan harga ini menjadi catatan tertinggi sejak 1980.

Agresi militer Rusia ke Ukraina pun berkontribusi terhadap kenaikan  harga CPO dunia. Pasalnya, banyak negara di dunia berlomba mendapatkan CPO, karena kekhawatiran akan terganggunya pasokan minyak bunga matahari, minyak lobak dan minyak kedelai akibat berkecamuknya perang Rusia-Ukraina.

Kekhawatiran semakin bertambah lantaran minyak sawit juga merupakan bahan banyak produk kemasan lain seperti margarin, cokelat, hingga aneka kecantikan. Seperti diketahui, Ukraina merupakan negara penghasil terbesar minyak bunga matahari hingga mengisi 47% pasar ekspor dunia.

Pemerintah Indonesia sendiri melalui Kementerian Perdagangan telah melakukan langkah-langkah antisipatif demi menjaga stabilitas harga dan pasokan minyak goreng untuk konsumsi dalam negeri.

Diawali dengan Permendag Nomor 1 Tahun 2022 tanggal 11 Januari 2022 yang mengatur tentang perluasan penyediaan minyak goreng kemasan melalui berbagai saluran distribusi baik ritel maupun pasar tradisional dengan skema pembiayaan berasal dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Kemudian dilanjutkan dengan Permendag Nomor 3 Tahun 2022 tanggal 19 Januari 2022. Aturan ini mengatur kebijakan satu harga minyak goreng Rp 14.000 per liter berlaku untuk pasar tradisional dan pasar modern. Selanjutnya pada 26 Januari 2022, dikeluarkan aturan baru Permendag Nomor  6 Tahun 2022. Aturan ini mengatur  harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng sawit yakni  minyak goreng kemasan premium Rp 14.000 per liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp 13.500 per liter dan minyak goreng curah Rp 11.500 per liter.

See also  Sidak Minyak Goreng, Penimbun Akan Ditindak Tegas

Untuk mengendalikan ketersediaan minyak goreng dengan kebijakan satu harga,  pemerintah menegaskan telah menyediakan 1,5 miliar liter minyak goreng untuk waktu enam bulan ke depan.

Pemerintah memastikan bahwa stok minyak goreng kemasan sederhana maupun premium satu harga sudah bisa dibeli di ritel modern mulai 19 Januari 2022, dan selanjutnya juga berlaku di pasar tradisional setelah seminggu waktu penyesuaian.

Kebijakan satu harga untuk waktu enam bulan bisa dilakukan dengan suntikan dana  Rp 7,6 triliun BPDPKS. Tak hanya membuat kebijakan untuk stabilitas harga minyak goreng, Menteri Perdagangan Muhammad Luthfi juga ingin tetap memastikan pelaksanaan kebijakan ini berjalan dengan baik dan sesuai harapan.

Karena itu, Menteri Perdagangan secara khusus mengirimkan staf ke semua provinsi di Indonesia untuk secara intensif melakukan monitoring stok dan harga minyak goreng. Untuk pengawasan distribusi minyak goreng di Kaltim, Menteri Perdagangan mengirimkan tiga staf hingga 14 Mei 2022. Mereka akan memantau distribusi minyak goreng hingga tingkat pengecer dan seluruh kerja pengawasan itu dibebankan kepada APBN.

Dalam upaya pengamanan produksi minyak goreng dalam negeri, Menteri Perdagangan juga mengatur domestic market obligation (DMO) dan domestic price obligation (DPO). Ketentuan ini mengatur kewajiban pasokan ke dalam negeri dari seluruh produsen minyak goreng sebesar 20% dari total kuantitas ekspor.

Sedangkan untuk DPO, yakni Rp 9.300 per kilogram untuk CPO dan Rp 10.300 per kilogram untuk olein dengan trigger price harga CPO Dumai setara dengan Rp 15.000 per kilogram.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*