Bunda PAUD Kalbar Gelar Pertemuan Koordinator Advokasi

Pontianak, chronosdaily.com – Bunda PAUD Kalimantan Barat menggelar pertemuan Koordinasi Advokasi Bunda PAUD Kabupaten/Kota melalui konferensi video, di Sekretariat TP PKK Provinsi Kalbar, Jalan Letjen Sutoyo Pontianak, Jumat (3/9/2021). Acara tersebut langsung dibuka oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalbar sekaligus Bunda PAUD, Ny. Hj. Lismaryani Sutarmidji.

Kegiatan ini dilaksanakan guna meningkatkan akses serta kualitas PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) di Kalimantan Barat. Hj. Lismaryani menyadari, pemenuhan layanan PAUD di Kalbar menjadi tanggung jawab bersama, baik keluarga, pemerintah, dan juga masyarakat.

“Pengembangan anak usia dini holistik-integratif adalah upaya pengembangan anak usia dini yang dilakukan untuk  memenuhi kebutuhan esensial anak yang beragam dan saling terkait secara simultan, sistematis, dan terintegrasi,” ujar dia.

Lebih lanjut dijelaskan, pada momen ini diharapkan Bunda PAUD dapat memberikan kontribusi, serta masukan-masukan positif untuk meningkatkan layanan PAUD, pengelolaan program, mutu proses pembelajaran, dan akses layanan, sesuai kewenangan dan mekanisme yang berlaku holistik-integratif.

“Pandemi memberikan dampak terhadap semua sektor, termasuk PAUD. Bagi anak, belajar adalah bemain. (Pembelajaran) dalam bentuk jarak jauh tentu dirasakan sangat berbeda bila dibandingkan dengan di satuan pendidikan, baik dari proses, metode, respons terhadap materi pelajaran dan kesehatan mental-sosial. Pembelajaran jarak jauh tidak boleh dibebani dengan target capaian kurikulum,” ungkapnya.

Wanita nomor satu di Kalimantan Barat ini berharap, meskipun sudah ada beberapa daerah yang telah melaksanakan pertemuan tatap muka terbatas, namun dia berpesan supaya dilakukan pembinaan terhadap pengelolaan Program PAUD. “Harus ada koordinasi maupun kerja sama yang saling menghargai antarkomponen,” tutup Hj. Lismaryani. [PemprovKalbar]

See also  Ibu Hamil, Jangan Takut Vaksin

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*