Daerah Istimewa Yogyakarta Siap Terima 20 Negara Peserta G20 2022

Yogyakarta, chronosradio.com – DIY akan menjadi salah satu Provinsi yang dikunjungi oleh para Menteri Keuangan dari berbagai negara dan Gubernur Bank Central yang tergabung pada forum G20, selain Bali dan DKI Jakarta. Seperti diketahui bersama, G20 atau Group of Twenty adalah sebuah forum utama kerja sama ekonomi internasional yang beranggotakan negara-negara dengan perekonomian besar di dunia terdiri dari 19 negara dan 1 lembaga Uni Eropa.

Tahun ini, Indonesia menjadi tuan rumah dari penyelenggaraan KTT tahunan G20 tersebut, dan DIY menjadi salah satu provinsi yang masuk dalam rangkaian agenda kegiatan ini. Agenda G20 di DIY adalah pengenalan budaya, yang akan dilaksanakan pada 22 hingga 25 Maret 2022 mendatang.

G20 memiliki posisi strategis karena secara kolektif merupakan representasi dari 85% perekonomian dunia, 75% perdagangan internasional, 80% investasi global dan 60% populasi dunia. G20 sendiri tidak memiliki sekretariat permanen. Dalam proses dan sistem kerjanya, G20 memiliki tuan rumah (Presidensi) yang ditetapkan secara konsensus pada KTT berdasarkan sistem rotasi kawasan dan berganti setiap tahunnya. Berdasarkan Deklarasi Para Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan G20 yang diadopsi di bawah Presidensi Arab Saudi pada 2020 (Riyadh Summit Leaders’ Declaration), Indonesia memegang Presidensi G20 pada tahun 2022 dengan mengambil tema “Recover Together, Recover Stronger”.

Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Sigit Reliantoro pada audiensi yang dilakukan kepada Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X Selasa (22/02) secara daring tersebut mengungkapkan, seperti tujuan awal, G20 di DIY bertujuan untukpengenalan budaya. Beberapa lokasi yang akan dikunjungi adalah Keraton Yogyakarta, Candi Prambanan, Desa Batik Giriloyo, serta Teater Sendratari Ramayana. Menurut Sigit, dirinya akan melakukan Kerjasama dengan seniman-seniman lokal di DIY untuk memberikan suguhan seni budaya khas Indonesia terutama DIY.

See also  Tim Mobile Sektor Tenggarong Seberang, Serbuan vaksinasi di Desa Bukit Pariaman

Sigit yang didampingi oleh  Dubes RI untuk PBB Makarim Wibisono dan Dubes RI untuk Kenya Suharjono tersebut mengatakan, DIY akan didatangi 20 negara yaitu Argentina, Australia, Brazil, Canada, China, EU, Prancis, Jerman, Jepang, India, Itali, Mexico, Korea Selatan, Russia, Saudi Arabia, Africa Selatan, Turki Dan USA. Selain itu akan ada tambahan 8 negara yang diundang yaitu Spanyol, Belanda, Singapura, Senegal, Fiji, Belize, Ruwanda dna UEA. Akan pula hadir 5 organisasi dunia yaitu UNEP, FAO, IFAD, UNDP, dan ASEAN.

“Kami arahkan mereka untuk mengenal budaya local sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pertemuan G20. Kita undang beberapa seniman dari Yogyakarta untuk bisa memberikan nuansa budaya kepada para tamu, selain itu kita juga ada saya visit dari beberapa destinasi seperti candi Borobudur, Restoran Bale Raos, Keraton Yogyakarta, Desa Batik Giriloyo, Candi Prambanan, kemudian Teater Sendratari Ramayana,” jelas Sigit.

Dubes RI untuk PBB Makarim Wibisono pada audiensi tersebut mengungkapkan, G20 merupakan kelompok yang paling menonjol dalam kelompok ekonomi pada bank. Namun saat ini telah berkembang menjadi  suatu forum yang meliputi masalah-masalah di luar ekonomi atau pun juga finansial. Saat ini pada umumnya pembicaraan di kelompok G20 terbagi atas dua hal yaitu Finance Strike yang khusus berkaitan keuangan dan juga Non Finance yang diantaranya adalah lingkungan sosial dan masalah yang berkaitan dengan masyarakat banyak. Nantinya, akan pula dibahas mengenai lingkungan hidup, merambah pada isu-isu lingkungan dan kehutanan. “Pada kesempatan ini dilaksanakan di Yogyakarta, merupakan suatu hal yang bisa dijadikan gambaran pada G20 bahwa DIY ini adalah tempat dimana semua suku bangsa dengan latar belakang bangsa-bangsa berkumpul mengembangkan baik di dalam pendidikan maupun hal-hal yang lain,” tuturnya.

See also  Rencana Pemindahan IKN ke Kaltim Sejak 2015, Presiden Segera Lakukan Groundbreaking

Terkait dengan hal tersebut, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X y menyambut baik dipilihnya DIY sebagai salah satu tuan rumah yang merepresentasikan Indonesia kepada negara-negara yang tergabung dalam G20 tersebut. Didampingi Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji , Kepala DPPM DIY  Agus Priono, dan Kepala Dinas  Kehutanan dan Lingkungan Hidup DIY Kuncoro Cahyo Aji dari Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta Sri Sultan memastikan segala hal yang perlu dipersiapkan terkait dengan kegiatan tersebut. Dirinya menyebutkan, siap untuk mengakomodir segala bentuk kegiatan dukungan yang diperlukan. termasuk untuk hal krusial yang menjadi isu saat ini yaitu penanganan Covid -19 pada peserta apabila terpapar, sejumlah rumah sakit seperti RS Hardjolukito dan RS Sardjito siap dipergunakan. Pun dengan Isoter, sudah pula dipersiapkan dengan baik, dengan berbagai pilihan, yaitu hotel Mutiara, atauapun Isoter milik Pusdiklat PU.

“Nanti kami yang akan koordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk mempersiapkan tempat jika nantinya  ada yang positif Cavid – 19.  Kami pastikan sudah siap tempat untuk karantina juga. Saya pastikan juga petugas siap setiap saat pada waktu pertemuan pertemuan tersebut digelar di DIY. Sebagai tuan rumah kami akan dukung penuh acara ini, dan mempersiapkan sebaik mungkin apapun yang diperlukan untuk mendukung,” ungkap Sri Sultan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*