Diversifikasi Pembiayaan, Wujud Komitmen Indonesia Hadapi Perubahan Iklim

Jakarta, chronosradio.com – Kementerian Keuangan terus melakukan diversifikasi pembiayaan sebagai komitmen dalam menghadapi perubahan iklim. Indonesia sebagai emerging country menjadi negara terdepan dalam inovasi pembiayaan, salah satunya melalui penerbitan Green Sukuk untuk membiayai proyek-proyek yang sifatnya ramah lingkungan.

“Green Sukuk pertama yang kita terbitkan tahun 2018 merupakan Green Sukuk pertama di dunia,” ujar Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati secara daring dalam Kompasfest Navigate dalam Conference “Green on Green: Embarking New Trend of Environmental Economics”, Jumat (20/08).

Inovasi terus dilakukan dalam rangka mendapatkan sumber pendanaan untuk membiayai berbagai proyek-proyek sebagai komitmen Indonesia menurunkan emisi karbon. Di dalam negeri, pemerintah terus meningkatkan daya tarik instrumen investasi yang bertemakan green.

“Kami menerbitkan Green Sukuk sejak tahun 2019. Series ini dengan nilai sebesar Rp1,46 triliun dan kemudian kita mengeluarkan series kedua sebesar Rp5,42 triliun,” kata Menkeu.

Green Sukuk yang diterbitkan di dalam negeri dengan denominasi rupiah sangat diminati oleh generasi milenial, yakni 50 persen dari total investor.

“Ini merupakan suatu pertanda yang sangat baik karena anak-anak muda tidak hanya mereka semakin sadar terhadap pentingnya menjaga lingkungan hidup dan keberlangsungan Bumi ini, namun juga mereka juga makin pintar dan cerdas untuk berinvestasi kepada instrumen-instrumen yang memang memiliki keberpihakan kepada komitmen menghindarkan climate change,” ujar Menkeu.

Perubahan iklim akan menjadi isu yang penting dibahas di forum internasional dimana Indonesia akan menjadi Presidensi dari Pertemuan G20 tahun depan. Menkeu berharap, masyarakat Indonesia terutama generasi muda terus menyuarakan aspirasi, aksi, serta concern untuk melakukan langkah nyata menghindari perubahan iklim.

“Saya berharap bahwa generasi muda akan menjadi generasi yang mengobarkan semangat pentingnya untuk mengubah gaya hidup yang lebih sustainable. Generasi muda mampu untuk terus belajar dan melakukan advokasi di bidang climate change dan juga meningkatkan kemampuan di dalam memahami pembiayaan-pembiayaan yang begitu makin sophisticated,” kata Menkeu.

See also  Pdt Dr Ronny Mandang Ketum PGLII tentang Kekerasan yang Tiada Henti di Papua

Menkeu meyakini bahwa Indonesia dapat menghadapi tantangan perubahan iklim ini apabila masyarakat secara luas berubah dari sisi pola hidupnya agar semakin sustainable dan sadar lingkungan. Pemerintah juga terus berkomitmen untuk bekerja sama dengan semua pihak, termasuk dengan pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, hingga dunia internasional, untuk menerapkan dan memberikan solusi guna menghindari ancaman perubahan iklim. [Kemenkeu]

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*