Makna dan Simbol Kemegahan Kampus Biru UIN Palembang

Palembang, chronosradio.com – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) tengah mengeliat melengkapi sarana dan prasarana infrastruktur kampus. Salah satunya dengan keberadaan Kampus B atau dikenal dengan Kampus Biru yang berada di kawasan Jalan Gajah Mada, Jaka Baring, Palembang.

Sarana infrastruktur di Kampus B UIN Raden Fatah Palembang memang terbilang megah dan menawan. Kemegahan Kampus B UIN Raden Fatah Palembang ini pun terucap oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas saat berkunjung ke kampus kebanggaan masyakarat di Bumi Sriwijaya tersebut.

“Ini universitas keren sekali. Saya sudah masuk ke beberapa UIN dan PTKIN lainnya, dan baru di UIN Raden Fatah ini yang membuat saya takjub,” kata Menag saat peresmian 9 gedung batu Kampus B dan Rumah Moderasi Beragama UIN Raden Fatah Palembang , Senin (24/05).

“Model bangunannya tidak seperti biasa. Warnanya biru dan teduh. Saya berharap apa yang diperjuangkan Bu Rektor dan jajaran tidak sekadar membangun fisik, melainkan juga membangun dan menyiapkan software-nya,” sambung Menag.

Sembilan gedung baru Kampus B UIN Raden Fatah Palembang itu dibangun melalui Pinjaman Hibah Luar Negeri  Islamic Development Bank (IsDB) sekitar Rp 430 Miliar

Gedung-gedung baru yang berdiri megah dan menawan di atas lahan seluas 15 hektare itu yakni Kantor Pusat Administrasi (KPA), Laboratorium terpadu, Perpustakaan Pusat, Fakultas Sains dan Teknologi (2 Gedung), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (2 Gedung), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan serta Fakultas Psikologi.

Simbol Kemegahan

Rektor UIN Raden Fatah Palembang Prof. Dr. Nyayu Khodijah dihadapan Menag dan Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan pembangunan Kampus B berlangsung selama 723 hari, dari tanggal  16 Oktober 2018 dan selesai pada 07 Oktober 2020.

See also  Kondisi Jateng Membaik, Ganjar Minta Masyarakat Jangan Lengah

Menurutnya, pembangunan Kampus B ini juga tidak terlepas dari berbagai dinamika sejarah yang ditorehkan oleh para tokoh UIN Raden Fatah Palembang.

Ia menambahkan, pembangunan Kampus B ini bermula dari amanah para pendahulu UIN Raden Fatah Palembang yang punya harapan memiliki kampus yang indah sebagai representasi budaya masyarakat muslim di Sumatera Selatan.

Ini sejalan dengan distingsi UIN Raden Fatah Palembang- sebagai pusat peradaban melayu Islam yang diamanahkan oleh Kemenristekdikti dan tertuang dalam MoM Project 4 in 1.

Pembangunan gedung di Kampus B UIN Raden Fatah Palembang ini, lanjutnya, juga dibangun dengan berbagai filosofi-filosofi yang terukir pada sisi arsitektur bangunannya yakni:

“Bangunan yang dikelilingi canal atau sungai melambangkan makna tanah melayu yakni tanah yang dikelilingi air,” kata Rektor UIN Raden Fatah Palembang.

“Canal atau sungai ini melambangkan “Sungai Batang Hari Sembilan”. Sungai tersebut mengalir mengelili bangunan sejauh tepat 1000 meter yang melambangkan bahwa semua ilmu pengetahuan yang diberikan semoga menjadi amal jariah yang mengalir 1000 tahun lebih ke depan bagi kemaslahatan umat,” sambungnya.

Arah pintu masuk gerbang utama menuju kawasan kampus, jelasnya, sejajar dengan arah bayangan tiang yang dibentuk sinar matahari terbit di waktu sepenggalah.

Ini sebagaimana makna dalam surat Ad-duha, di mana waktu tersebut adalah salah satu waktu terbaik untuk meminta rizki kepada Allah SWT. Salah satu rizki Allah adalah ilmu pengetahuan yang masing-masing individu akan mendapati pemahaman ilmunya masing-masing sesuai dengan ketetapan Allah yang tertulis di Lauhilmahfuz.

“Bangunan kembar gedung Administrasi dan Perpustakaan membentuk anak panah yang menunjuk ke arah utara dan selatan yang merupakan simbol sumbu atau poros bumi (dunia) sebagai simbol cita-cita agar UIN Raden Fatah menjadi poros dunia dalam membangun peradaban umat di dunia,” tandasnya.

See also  Cegah Kesalahan Pemilu, KPU Kaltara Gelar Rakor Evaluasi Kerja

Seluruh harapan tersebut terpagari dalam simbol visi dan misi UIN Raden Fatah berstandar internasional (visi ke-1) dengan mengadopsi tiang pagar yang terbuka berwarna silver (milenium/milenial) yang mewakili semangat modern.

Sementara pagar yang mengelilingi kawasan 15 Ha, memiliki ketinggian yang sama. Ini melambangkan wawasan kebangsaan (visi ke-2) di mana bangsa ini menjunjung tinggi kemanusiaan, persamaan hak dan kewajiban dalam hukum dan pemerintahan tanpa terkecuali.

Tiang besi menyerupai bambu runcing berjumlah 17 menyimbolkan 17 Agustus 1945 sekaligus 17 Ramadan sebagai simbol karakter islami (visi ke-3) di mana dasar yang melindungi/mengelilingi gerak-langkah adalah Al-Qur’an yang pertama kali diturunkan tanggal 17 Ramadhan.

Begitu juga dengan bentuk kepala tiang pagar berbentuk piramida. Ini melambangkan piramida ilmu yang mengerucut ke atas yang berarti luasnya ilmu pengetahuan dan teknologi berasal dari satu titik puncak yakni Allah SWT.

Demikianlah harapan dan makna yang disimbolkan pada bangunan serta infrastruktur Kampus baru UIN Raden Fatah Palembang untuk menjadi simbol sejarah di mana orang merasa belum ke Palembang bila belum ke UIN Raden Fatah.

“Kehadiran Kampus ini juga diharapkan memberikan sebuah warna dan semangat baru bagi civitas akademika UIN Raden Fatah Palembang,” kata Nyayu Khodijah

“Kemegahan gedung serta ketersediaan sarana-prasarana berbasis teknologi modern yang ada di kampus ini akan sangat menunjang proses akademik perkuliahan, penelitian, pengembangan, dan inovasi di Kampus tercinta ini,” tutupnya.  [Kemenag]

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*