Menteri PPPA Bintang Puspayoga: Perempuan Penggerak Perekonomian Bangsa

Tangerang, chronosradio.com – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga menegaskan perempuan adalah ujung tombak dari pembangunan bangsa, termasuk dalam menggerakkan perekonomian bangsa. Terlebih di tengah pandemi Covid-19, Usaha Menengah, Kecil, dan Mikro (UMKM) yang dimiliki dan dikelola oleh perempuan menjadi salah satu pendorong paling penting bagi pememulihan ekonomi dan stabilitas ekonomi jangka panjang.

“Tidak hanya jumlah populasinya yang mengisi setengah dari jumlah penduduk Indonesia, perempuan juga menentukan kesejahteraan bangsa Indonesia. Kalau kita melihat data dari Kementerian Investasi, terdapat sekitar 64 juta UMKM di Indonesia yang merupakan 99 persen dari total unit bisnis yang ada. UMKM berkontribusi terhadap 61 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB), menyerap 97 persen tenaga kerja, dan mengamankan 60 persen dari total investasi Indonesia. Adapun berbagai data menunjukkan, sekitar 50 persen dari UMKM yang ada di Indonesia dikelola dan dimiliki oleh perempuan,” ujar Menteri PPPA dalam ‘Malam Final Pemilihan Duta Muslimah Preneur Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI), di Tangerang, Rabu (23/3).

Menurut Menteri PPPA, kewirausahaan perempuan telah mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah Indonesia, salah satunya melalui salah satu isu prioritas Arahan Presiden Republik Indonesia kepada KemenPPPA, yaitu peningkatan pemberdayaan perempuan di bidang kewirausahaan yang berperspektif gender.

“Salah satu wujud nyata dukungan bagi kewirausahaan perempuan antara lain tertuang dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja terutama pada BAB 5, Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Pelindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM, serta Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2022 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional Tahun 2021-2024 yang didalamnya memuat wirausaha perempuan,” jelas Menteri PPPA.

Namun demikian, Menteri PPPA menyebutkan, dari tahun ke tahun UMKM yang dikelola oleh perempuan sebagian besar masih sulit berkembang dan tetap berada pada skala usaha yang sama. “Untuk mengembangkan kewirausahaan perempuan, pada 9 Juni 2020 Pemerintah Indonesia sudah meluncurkan Strategi Keuangan Inklusif Perempuan yang bertujuan untuk meningkatkan akses layanan keuangan formal kepada perempuan, memperkuat akses permodalan dan dukungan pengembangan usaha untuk usaha kecil mikro, serta meningkatkan akses perempuan pada produk dan layanan keuangan digital,” ungkap Menteri PPPA.

See also  Kecam Perusakan Rumah Ibadah di Sintang, Menag Minta Aparat Tindak Tegas

Dalam kesempatan tersebut, Menteri PPPA menyampaikan harapan adanya sinergi dan kolaborasi seluruh sektor, salah satunya IPEMI melalui program-programnya untuk menciptakan kesetaraan gender, termasuk dalam bidang ekonomi. “Mari bersama-sama menggaungkan narasi bahwa perempuan dapat berkarya dan menjadi kekuatan bangsa. Bersama-sama kita ciptakan sistem yang dapat memampukan perempuan. Kita buka akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat untuk maksimalkan potensi perempuan, sehingga seluruh perempuan Indonesia dapat tumbuh menjadi perempuan yang maju, mandiri, dan berdaya saing,” pungkas Menteri PPPA.

Direktur Event Nasional dan Internasional Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf)/Baparekraf, Dessy Ruhati sepakat, pihaknya terus melakukan kolaborasi lintas sektor dengan Kementerian/Lembaga, media, masyarakat, akademisi, dan pengusaha. Terlebih, berdasarkan The State of Global Islamic Economy Report 2020/2021, Indonesia menduduki peringkat ketiga sebagai negara yang mengembangkan fashion muslim terbaik di dunia setelah Uni Emirat Arab dan Turki.

“Kami mendukung penuh peran strategis IPEMI sebagai akselerator bagi para pelaku usaha ekonomi kreatif dalam sektor ekonomi dan pariwisata. Kami sampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas penyelenggaraan acara Pemilihan Duta Muslimah Preneur 2022. Semoga IPEMI dapat berperan aktif menciptakan muslimah preneur yang cerdas, kreatif, inovatif, dan berkontribusi dalam sektor parawisata dan ekonomi kreatif,” ujar Dessy.

Dalam acara tersebut, Ketua Umum IPEMI, Ingrid Kansil mengatakan, berwirausaha merupakan salah satu hal yang dianjurkan dalam Islam dan tidak dikhususkan bagi laki-laki saja. “Tujuan IPEMI mengadakan Duta Muslimah Preneur 2022 adalah mendorong perubahan paradigma kaum perempuan para muslimah agar lebih berorientasi sebagai wirausaha melalui inovasi dan proses produksi, distribusi, juga pemasaran. Ide bisnis yang diajukan dalam konsep kompetisi ini tidak hanya berorientasi untuk menghasilkan semata, tetapi juga dapat memecahkan masalah sosial melalui pemberdayaan masyarakat sekitar,” tutupnya. [Kemenpppa]

See also  GAMKI: Persoalan Israel-Palestina Adalah Konflik Wilayah, Bukan Konflik Agama

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*