Ratusan Santri Peroleh Giliran Vaksinasi

Pekalongan, chronosradio.com – Sebanyak 449 orang santri dan pengurus pondok pesantren (ponpes) di Kota Pekalongan menjalani vaksinasi Covid-19 dosis pertama, dengan merek Astrazaneca. Vaksinasi massal diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jawa Tengah di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Pekalongan, Kamis (2/9/2021).

Wakil Wali Kota (Wawalkot) Pekalongan, Salahudin, menyebutkan, ratusan santri dan pengurus ponpes peserta vaksinasi tersebut berasal dari sembilan ponpes, antara lain Ponpes Al-Quran Raudlotul Huffadh Al Malikiyah Banyurip, Ponpes Modern Al-Quran Buaran, Ponpes Al-Quran Buaran, Ponpes Aal Falah Banyurip, Tahfidzul Qur’an Anwarul Mubarok Medono, Ponpes Ribatul Mura’allimin Landungsari, dan sebagainya.

Wawalkot Salahudin berharap, peserta vaksin yang sudah menerima suntikan vaksin bisa mengajak sanak saudara maupun teman-temannya untuk menyukseskan program vaksinasi dari pemerintah.

“Alhamdulillah mereka sudah memahami betul keperluan untuk divaksin, walaupun mereka secara penerapan protokol kesehatan sudah cukup bagus untuk mencegah penularan Covid-19 seperti mengenakan wajib masker, mencuci tangan, jaga jarak, dan persiapan ikhtiar dhohir dan batinnya. Vaksin sebagai wujud ikhtiar tambahan untuk dalam menjaga herd immunity terhadap paparan Covid-19,” tegas Wawalkot Salahudin.

Sementara itu, Kepala Kemenag Kota Pekalongan, Maksum, menerangkan, kegiatan vaksinasi diselenggarakan secara massal se-Jawa Tengah melalui Gerakan Pesantren Jateng Serentak Vaksin. Maksum berharap, sesuai instruksi Kementerian Agama, ke depan, seluruh santri dan pengasuh ponpes bisa mendapatkan vaksinasi.

“Sesuai instruksi Pak Menteri Agama seluruh santri dan pengasuh ponpes bisa tervaksin semua secara bertahap demi kebaikan dan keselamatan bagi semua. Di samping prokes 5M, kami juga selalu menambah ikhtiar melalui doa. Kami berharap semua pihak dapat mendukung program vaksinasi ini,” papar Maksum.

Salah seorang santri peserta kegiatan vaksinasi, Ahmad Ridho Syakirin, mengaku lega bisa mendapatkan suntikan vaksin, meski, awalnya ia mengaku takut divaksin.

See also  Banjir Bandang Menerjang Kota Wisata Parapat Danau Toba

“Rasanya tidak sakit ternyata hanya seperti digigit semut. Awalnya memang aaya sempat takut, kira-kira bakal sakit atau tidak. Tetapi, ternyata tidak sakit. Harapannya dengan sudah divaksin, kita semua bisa selalu sehat dan tidak tertular virus Covid-19,” tandasnya. [PemprovJateng]

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*