Tetap Waspada Meski Stok Pangan Aman

Yogyakarta, chronosradio.com – Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY, Tri Saktiyana mengajak semua pihak untuk tetap waspada meski stok pangan di DIY untuk Lebaran tahun ini dalam batas aman. Meningkatnya inflasi akibat kebutuhan yang meningkat juga perlu diwaspadai.

Hal ini diungkapkannya dalam press conference hasil Pemantauan Harga dan Ketersediaan Bahan Pangan Pokok Jelang Idul Fitri 1443 H di Ruang Rapat Unit 8 Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Senin (25/04). Menurut Tri, dari hasil pantauan oleh TPID DIY ke kabupaten/kota se-DIY pada minggu lalu, stok pangan secara keseluruhan masih aman hingga Lebaran nanti.

“Saya lihat, geliat ekonomi di DIY sudah hampir seperti tahun 2019 lalu. Ini tentu menggembirakan, karena ekonomi mulai hangat. Tapi inflasi pasti mulai meningkat, sehingga kita harus memastikan stok pangan aman,” ungkapnya.

Pemantauan oleh TPID untuk melihat stok bahan pangan jelang Lebaran dilakukan dengan mengunjungi pasar tradisional, pasar modern dan distributor bahan pangan. Dari pantauan tersebut, Tri menegaskan jika DIY siap menghadapi lonjakan permintaan bahan pangan saat lebaran nanti. “Kesimpulannya, harus tetap waspada meski stok masih dalam batas aman,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Perwakilan Bank Indonesia DIY, Rifat Pasha mengatakan, harga-harga bahan pangan hingga saat ini masih relatif stabil. Diungkapkannya, tekanan pada inflasi yang paling besar justru disebabkan oleh komoditas yang harganya diatur oleh pemerintah.

“Misalnya elpiji, justru yang mengangkat inflasi di DIY. Dan komoditas yang menahan inflasi DIY justru harga barang bahan pokok di pasar. Secara keseluruhan, komoditas pangan di DIY tidak terlalu bergejolak di Ramadhan maupun Lebaran tahun ini,” paparnya.

Rifat menuturkan, pihaknya selalu melakukan monitoring guna memastikan stok bahan kebutuhan pokok selalu terpenuhi. Beberapa komoditas seperti daging ayam, telur, cabe merah, daging, dan bawang merah yang biasanya menjadi penyebab gejolak inflasi, tahun ini justru tidak terjadi.

See also  RPH Surabaya Tolak Sementara Masuknya Hewan Ternak dari 4 Daerah Suspect PMK

Kepala BINDA DIY, Brigjen Pol Andry Wibowo mengatakan, pihaknya telah menyusun model pantauan untuk mengetahui secara jelas jika terjadi persoalan pangan. Model yang digunakan ialah memantau setiap tahapan ketersediaan bahan pangan.

“Kami melakukan prediksi-prediksi dan ikut mencegah kelangkaan bahan pangan. Karena jika bahan pangan langka atau tidak bisa diperoleh akibat harga terlalu tinggi, tentu akan berpengaruh pada kondisi nasional. Namun dari pantauan kami, Yogyakarta masih masuk daerah yang tidak bermasalah terkait inflasi,” paparnya. [PemprovJogja]

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*